World Water Forum Dorong Okupansi Hotel Bali Tembus 95%: Gelombang Keuntungan Bagi Industri Perhotelan

Info Bola Terupdate – Gelaran World Water Forum ke-10 di Nusa Dua, Bali, membawa angin segar bagi industri perhotelan di Pulau Dewata. Tingginya antusiasme peserta forum global ini mendorong okupansi hotel di Bali mencapai angka fantastis, yaitu 95%. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Kenaikan okupansi hotel ini tak lepas dari kehadiran ribuan delegasi dari berbagai negara yang menghadiri World Water Forum. Diperkirakan, terdapat lebih dari 10.000 peserta yang meramaikan acara ini, termasuk para menteri, pejabat tinggi, akademisi, aktivis, dan pelaku industri air dari seluruh dunia. “World Water Forum menjadi magnet bagi para wisatawan, terutama para peserta forum dan rombongan mereka,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, I Gusti Ngurah Ari Wisana, seperti dikutip dari Bisnis.com. “Hal ini berdampak positif pada okupansi hotel di Bali, yang mencapai 95% selama forum berlangsung.”
 


Lonjakan okupansi hotel ini tak hanya dirasakan di Nusa Dua, kawasan utama penyelenggaraan World Water Forum, tetapi juga di berbagai wilayah Bali lainnya. Hotel-hotel di Seminyak, Canggu, Ubud, dan Sanur pun turut kebanjiran tamu selama periode forum berlangsung. “Dampak positif ini tidak hanya dirasakan oleh hotel, tetapi juga oleh seluruh sektor pariwisata di Bali,” kata Wisana. “Restoran, toko souvenir, tempat wisata, dan sektor lainnya mengalami peningkatan omzet yang signifikan.” Tingginya okupansi hotel di Bali ini menjadi bukti bahwa industri pariwisata di Pulau Dewata mulai bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. World Water Forum menjadi momentum penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bali siap kembali menyambut wisatawan dengan penuh keramahan dan pelayanan terbaik.

Dampak Ekonomi yang Berantai

Kenaikan okupansi hotel ini tak hanya memberikan keuntungan bagi para pengusaha hotel, tetapi juga bagi perekonomian Bali secara keseluruhan. Diperkirakan, World Water Forum mampu menghasilkan pendapatan hingga triliunan rupiah bagi Bali. “Pendapatan ini berasal dari berbagai sumber, seperti akomodasi, transportasi, makanan dan minuman, cinderamata, dan jasa lainnya,” jelas Wisana. “Hal ini tentu saja memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Bali dan masyarakatnya.”

Peluang dan Tantangan

Keberhasilan World Water Forum dalam mendorong okupansi hotel di Bali menjadi pelajaran penting bagi industri pariwisata di Indonesia. Ke depannya, perlu diupayakan untuk menarik lebih banyak acara internasional ke Indonesia agar dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian nasional. Namun, di sisi lain, lonjakan wisatawan yang datang ke Bali saat World Water Forum juga membawa beberapa tantangan. Salah satunya adalah potensi kemacetan dan kepadatan di berbagai tempat wisata. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengaturan lalu lintas dan pengelolaan wisatawan yang lebih efektif agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga.

Kesimpulan

World Water Forum telah menjadi berkah bagi industri perhotelan di Bali. Keberhasilan forum ini dalam mendorong okupansi hotel menunjukkan bahwa Bali siap kembali menyambut wisatawan dengan penuh keramahan dan pelayanan terbaik. Diharapkan momentum ini dapat menjadi awal kebangkitan industri pariwisata di Indonesia secara keseluruhan.