F1: Ricciardo Lebih Terpikat Mclaren Ketimbang Ferrari, Ini Alasannya

Daniel Ricciardo menjadi salah satu pusat perhatian di ajang Formula 1 belakangan ini, menyusul keputusannya bergabung ke McLaren tahun depan. Keputusan itu diambill setelah menempatkan Ferrari sebagai salah satu pilihannya. Lalu kenapa Ricciardo lebih memilih bergabung ke McLaren daripada Ferrari untuk tahun 2021?

Kursi di Ferrari sendiri akan diambil alih oleh Carlos Sainz, yang menggantikan hengkangnya Sebastian Vettel. Kursi Sainz di McLaren kemudian akan diisi oleh Ricciardo dari Renault. Ricciardo mengaku tergoda dengan proyek masa depan yang ditawarkan oleh McLaren dibandingkan Ferrari.

Keputusannya mengumumkan kepindahan ke McLaren termasuk sangat awal jika melihat tradisi pembalap berpindah tim selama ini. Dirinya mengambil keputusan lebih awal, di bulan Mei, hari yang sama dengan pengumuman kepindahan Sainz. Jika menunggu sampai Juli atau Agustus, Ricciardo takut dirinya akan melewatkan kesempatan terbaik.

“Kabar Vettel dengan Ferrari memicu semuanya dan banyak hal berubah cukup cepat sekitar Carlos dan semua hal lainnya. Jadi, meskipun kelihatannya saat itu masih ada waktu, saya pikir tidak ada kesempatan untuk membuat keputusan,” kata Ricciardo dalam podcast F1 Nation.

“Kalau kita mulai balapan di bulan Juli, yang meski belum a hundred% tapi misalnya iya, Anda akan menunggu sampai Agustus sampai Anda benar-benar tahu bagaimana situasi semua orang. Kemudian setelah itu rasanya akan terlalu lambat untuk meraih apa yang Anda kejar.”

Menurut Ricciardo, keputusan ke McLaren menjadi langkah terbesarnya di 2019. Padahal, secara tidak langsung Ferrari juga telah menunjukkan minatnya pada Ricciardo, untuk menggantikan Vettel. Ferrari juga sebelumnya pernah mengincar Ricciardo beberapa tahun lalu, saat mempertimbangkan posisi Kimi Raikkonen.

Pembalap asal Australia ini melihat peluang besar saat McLaren berganti pemasok mesin ke Mercedes, mulai 2021. Seperti diketahui, Mercedes berhasil menghasilkan mesin juara sejak era V6 turbo hybrid berlangsung, 2014 lalu.

“Anda akan mengikuti apa yang Anda rasakan dan pikirkan saat itu, tapi kalau saya kembali ke tahun lalu, mereka ada tim yang paling bersinar – Mercedes menang kejuaraan, tapi McLaren adalah tim yang paling berkembang,” lanjutnya.

“Jadi itu menggembirakan untuk mereka dan hanya itu yang bisa Anda jadikan dasar, ditambah semangat untuk masa depan. Mereka berganti power unit, ada sedikit yang membuat mereka bersemangat. Bahkan sekarang membicarakan itu sulit karena sama sekali bukan keputusan yang mudah, seperti apa yang dapat dibayangkan tanpa harus mengukur dari tahun 2020.”

Di McLaren nanti, Ricciardo akan bergabung dengan pembalap muda asal Inggris, Lando Norris. Di tahun pertamanya di F1, tahun lalu, Norris berhasil cukup bersinar melengkapi duet pembalap muda McLaren bersama Sainz. Penampilannya bahkan berhasil menjadikannya rookie terbaik di musim itu. (Why/Hlm)

Sumber: Crash

Baca Juga: F1: Untuk Kedua Kalinya, Williams Perkenalkan Livery Baru Musim Ini