Review Upin Ipin Musim 14 – Demam Karat Episode 3

 

Upin Ipin ditanya kak Ros mengenai kotak kain perca. Ternyata, kotak tersebut dibuat main oleh Upin Ipin di dekat pondok. Kak Ros langsung meminta mereka untuk mengambil kotak tersebut di sana. Upin dan Ipin tidak menemukan kotak tersebut dan mereka berusaha mencari di tempat lain. Sementara itu, ada Mail yang sedang menjahit di rumahnya. Upin dan Ipin melihat Mail dan langsung mengatakan bahwa ia hebat. Kata Mail, jika ingin pintar berdagang memang harus bisa menjahit. Kemudian tak lama Upin dan Ipin juga menemukan kotak milik kak Ros dan meminta Mail mengembalikannya. Mail bilang ia kira tidak ada yang menggunakannya. Kata Upin dan Ipin, mereka tidak marah, tetapi kak Ros yang Marah.

 

Upin dan Ipin kemudian melihat ternyata Mail juga menggunakan kain kak Ros untuk menjahit sehingga Mail kemudian memberikan hasil jahitannya agar kak Ros tidak marah. Setibanya di rumah, Upin dan Ipin bertemu kak Ros dan mengatakan bahwa mereka berhasil menemukan kotak milik kak Ros. Kak Ros sangat senang. Upin bertanya apa yang dimaksud dengan kain perca. Kemudian kak Ros menjelaskan bahwa kain ini adalah sisa-sisa kain yang tadinya digunakan untuk membuat kain tirai. Ada banyak manfaat kain perca yang bisa kita dapatkan, mulai dari membuat gaun serta keperluan lainnya. Yang penting, kita memiliki kreativitas untuk membuatnya.

 

Upin dan Ipin kemudian menunjukkan kak Ros hasil jahitan yang Mail buat. Kata mereka, kak Ros jangan marah terhadap Mail. Kak Ros menerimanya dan meminta Upin dan Ipin untuk pergi. Tak lama kemudian, kaki kak Ros terpentok. Upin dan Ipin kemudian bermain di luar dan setelah itu kembali ke dalam. Mereka melihat kak Ros sedang mencari sesuatu. Upin dan Ipin bertanya apa yang kak Ros cari. Ternyata kak Ros mencari selimut yang ingin ia jahit karena belum selesai ia jahit. Apalagi, sudah lama kak Ros mengumpulkan kain percanya. Upin dan Ipin kemudian berbisik apakah selimut tersebut adalah yang mereka gunakan untuk membuat karpet terbang. Tetapi, mereka tidak yakin apakah selimut tersebut ada di pondok.

 

Upin dan Ipin kemudian meyakinkan kak Ros untuk mempercayakan pencarian selimut kak Ros padanya. Mereka bertingkah layaknya detektif dan memulai pencarian di sekitar rumah. Setelah itu, mereka memikirkan bahwa tersangka yang mengambil selimut kak Ros sangatlah cepat. Upin dan Ipin kemudian pergi ke luar rumah dan mencatat beberapa orang yang kemungkinan mengambil selimut kak Ros. Mereka terus menyelidiki dan memikirkan apa warna selimut kak Ros. Yang pasti, selimut tersebut berwarna-warni karena ditambal. Upin dan Ipin kemudian ke rumah atok karena melihat selimut yang berwarna-warni. Namun ternyata, selimut tersebut adalah milik atok.

 

Upin dan Ipin kemudian melanjutkan pencariannya untuk pergi ke rumah abang Salleh. Upin dan Ipin ditunjukkan selimut dan kaos dari kain perca yang dibuat abang Salleh. Mereka kemudian juga bertemu dengan Mei-Mei yang menyerahkan selimut kain perca milik kak Ros. Upin dan Ipin merasa senang karena berhasil menemukan selimut tersebut. Ternyata, selimut yang mereka temukan bukanlah milik kak Ros karena selimut kak Ros sudah ketemu. Sementara itu, selimut atok justru hilang sehingga ia meminta ayam miliknya untuk mencari selimut tersebut. Kemudian, atok juga memberi makan ayam-ayam miliknya sambil bernyanyi.